Dialogues on Kampong Independency (strategy to pursue community sovereignity towards their space)
The dialogues would be held on March 17th, 2007 in Pontianak. The agenda is to distribute Climate Change adaptation and increasing Climate Change portfolio up to 40%.
Ecological Threat:
The community local wisdom is threatened and their livelihood in great danger due to inappropriate and inefficient natural resource usage. The group also suffered from carbon emission from teh forestfire which turned Indonesia into the third carbon emission contributor in the world. Pengaruh perdagangan global dan perubahan iklim global menyudutkan masyarakat adat sehingga mengancam keamanan pangan. Hutan, air, udara bersih dan tanah yang menjadi penopang mendasar kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat adat sangat terancam.
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara akan menyelenggarakan pertemuan perencanaan dan penyusunan strategi masyarakat adat dalam pelestarian biodiversitas dan strategi menghadapi skema adaptasi perubahan iklim (dua prioritas GEF dan RAF untuk Indonesia). Pertemuan nasional masyarakat adat ini akan mendiskusikan masukan informasi mengenai keadaan biodiversitas untuk masukan pelaksanaan IBSAP; perubahan iklim dan masukan COP12 Climate Change di Bali. Dana yang diusulkan oleh AMAN secara umum akan digunakan untuk memberikan informasi tentang GEF SGP sebagai bagian dari pendukung konservasi biodiversitas dan pengurangan penyebab perubahan iklim global. Pertemuan akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 Maret 2007.
Goals:
Melakukan pembahasan antara masyarkat adat Nusantara untuk mewujudkan kemandirian pangan dan pengelolaan sumberdaya alam secara lestari
Secara umum, sarasehan yang dilakukan bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat adat dalam menghidupi diri sendiri atau berdaulat terhadap sumber-sumber kehidupan.
OBJECTIVES: 1. mengumpulkan masukan dari masyaralat adat dalam menghadapi krisis menurunnya sumber penghidupan, kebjakan pembangunan yang tidak mendukung eksistensi masyarakat adat 2. strategi menghadapi kekurangan bahan pangan, air bersih dan energi. 3. Model-model kemandirian, dalam penanggulangan krisis pangan, energi dan air yang berbasis kepada kearifan maing-masing komunitas.
4. masukan dari masyarakat adat untuk dibahas dalam kongres AMAN III.
Activity:
1] Persiapan dan pengorganisasian bahan dan peserta lokal dan regional
[2] Pelaksanaan kegiatan saresehan
Expected Output:
1. Rencana dan strategi untuk menghadapi masalah penurunan sumber daya pangan, kemusnahan kawasan hutan adat (people?s forests management/people?s park) dan pengadaan energi bersih.
2. Masyarakat adat sadar dan peduli terhadap krisis yang paling mendasar dari komunitas secara umum di Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
3. Ada Kesepakatan bersama antar masyarakat adat untuk usaha bersama mengantisipasi krisis pangan, energi dan air pada masa mendatang.
3. Tawaran agenda (rekomendasi) dari masyarakat adat untuk dijadikan agenda pembahasan dalam KMAN III tentang kemandirian kampung untuk pangan, energi dan air.
4. Dokumentasi pertemuan yang akan dijadikan bahan diskusi atau bahan belajar bersama yang akan dilaksanakan peserta sarasehan di masing-masing komunitas adat mereka.
Beneficiaries:
100 masyarakat adat perwakilan dari berbagai propinsi (Anggota AMAN)
Ecological Threat:
The community local wisdom is threatened and their livelihood in great danger due to inappropriate and inefficient natural resource usage. The group also suffered from carbon emission from teh forestfire which turned Indonesia into the third carbon emission contributor in the world. Pengaruh perdagangan global dan perubahan iklim global menyudutkan masyarakat adat sehingga mengancam keamanan pangan. Hutan, air, udara bersih dan tanah yang menjadi penopang mendasar kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat adat sangat terancam.
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara akan menyelenggarakan pertemuan perencanaan dan penyusunan strategi masyarakat adat dalam pelestarian biodiversitas dan strategi menghadapi skema adaptasi perubahan iklim (dua prioritas GEF dan RAF untuk Indonesia). Pertemuan nasional masyarakat adat ini akan mendiskusikan masukan informasi mengenai keadaan biodiversitas untuk masukan pelaksanaan IBSAP; perubahan iklim dan masukan COP12 Climate Change di Bali. Dana yang diusulkan oleh AMAN secara umum akan digunakan untuk memberikan informasi tentang GEF SGP sebagai bagian dari pendukung konservasi biodiversitas dan pengurangan penyebab perubahan iklim global. Pertemuan akan dilaksanakan pada tanggal 17-18 Maret 2007.
Goals:
Melakukan pembahasan antara masyarkat adat Nusantara untuk mewujudkan kemandirian pangan dan pengelolaan sumberdaya alam secara lestari
Secara umum, sarasehan yang dilakukan bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat adat dalam menghidupi diri sendiri atau berdaulat terhadap sumber-sumber kehidupan.
OBJECTIVES: 1. mengumpulkan masukan dari masyaralat adat dalam menghadapi krisis menurunnya sumber penghidupan, kebjakan pembangunan yang tidak mendukung eksistensi masyarakat adat 2. strategi menghadapi kekurangan bahan pangan, air bersih dan energi. 3. Model-model kemandirian, dalam penanggulangan krisis pangan, energi dan air yang berbasis kepada kearifan maing-masing komunitas.
4. masukan dari masyarakat adat untuk dibahas dalam kongres AMAN III.
Activity:
1] Persiapan dan pengorganisasian bahan dan peserta lokal dan regional
[2] Pelaksanaan kegiatan saresehan
Expected Output:
1. Rencana dan strategi untuk menghadapi masalah penurunan sumber daya pangan, kemusnahan kawasan hutan adat (people?s forests management/people?s park) dan pengadaan energi bersih.
2. Masyarakat adat sadar dan peduli terhadap krisis yang paling mendasar dari komunitas secara umum di Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
3. Ada Kesepakatan bersama antar masyarakat adat untuk usaha bersama mengantisipasi krisis pangan, energi dan air pada masa mendatang.
3. Tawaran agenda (rekomendasi) dari masyarakat adat untuk dijadikan agenda pembahasan dalam KMAN III tentang kemandirian kampung untuk pangan, energi dan air.
4. Dokumentasi pertemuan yang akan dijadikan bahan diskusi atau bahan belajar bersama yang akan dilaksanakan peserta sarasehan di masing-masing komunitas adat mereka.
Beneficiaries:
100 masyarakat adat perwakilan dari berbagai propinsi (Anggota AMAN)
Loading map...
Project Snapshot
Grantee:
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara
Country:
Indonesia
Area Of Work:
Multifocal Area
Grant Amount:
US$ 2,000.00
Co-Financing Cash:
US$ 1,500.00
Co-Financing in-Kind:
Project Number:
INS/OP3/I/06/22
Status:
Satisfactorily Completed
SGP Country office contact
Ms. Catharina Dwihastarini
Phone:
(62-21) 720-6125/722-0905
Fax:
(62-21) 722-0905
Email:
Ms. Hery Budiarto
Email:
Mr. Sidi Menggala
Email:
Address
JL. Bacang II No.8, Kramat Pela Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, 12130
Jakarta Selatan, 12130
Country Website
Visit the Indonesia Country Page
